Mama, Kolektor Timah Gelap di Kebun Sawit PT GML Terancam ditangkap Polisi

Click Update, Bangka, Seorang warga bernama Mama, asal Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, diduga telah melakukan kegiatan jual beli pasir timah secara gelap alias ilegal dari para pelaku penambangan timah yang beroperasi di wilayah HGU dan Wilayah IUP PT Timah, yang terletak di Area Perkebunan Kelapa Sawit milik PT GML di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Selasa ( 10/2/2026 ) sehingga menjadi incaran pihak keamanan PT GML.

Diketahui sebelumnya bahwa perkebunan sawit PT GML telah memasuki masa daur ulang terhadap tanaman Kelapa Sawit yang sudah memasuki masa 25 tahun. Sehingga pihak PT GML sepertinya tidak keberatan dan memberikan ijin untuk menggarap lahan HGU dan IUP dibidang pertambangan melalui perusahaan mitra PT Timah.

Dengan demikian kegiatan tambang tersebut terbilang sangat membantu perekonomian bagi warga masyarakat yang tinggal disekitar PT GML. Selain memulihkan ekonomi di beberapa Desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pemali, hasil tambang yang berupa pasir timah kecil kemungkinan untuk bocor keluar alias diselundupan keluar Bangka seperti yang sudah terjadi selama ini, karena para penambang timah diwajibkan untuk menyetor hasil tambang mereka ke Perusahaan yang menaunginya. Masyarakat pun sangat berimakasih kepada semua pihak terutama kepada pihak PT GML selaku pemilik lahan IUP dan HGU

Namun sangat berbeda dengan warga asal Kecamatan Pemali yang satu  ini. Alih – alih terimakasih kepada pihak PT GML ia justru  mengambil manfaat yang hanya untuk kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri.

“Kalau Pak Mama itu bukan penambang, dan tidak ada mesin tambangnya disini, dia hanya mengondisikan orang orang yang berhasil ia pengaruhi untuk menjual hasil tambangnya ke Pak Mama,” ucap sumber inisial B

” Ya sebenarnya tidak boleh, hasil tambang dijual ke selain perusahaan mitra timah, kalau ketahuan ditangkap dan tidak dibayar harga timahnya,” kata B

” Kalau Pak Mama rapi mainnya, untuk menghindari pos, Pak Mama menitip timahnya ke orang lain,” ungkapnya.

Dianggap Menyerobot Hasil Tambang, Kolektor Mama Diincar petugas Pos Portal PT GML

Atas kegiatannya yang membeli timah dari  wilayah kebun sawit, Mama menjadi incaran pihak petugas Pos penjaga portal yang tak lain adalah Satpam PT GML Hal ini diungkapkan oleh salah satu masyarakat  penambang, mengatakan jika Mama menjadi incaran pihak PT GML,

” Mama itu kabarnya sudah menjadi incaran petugas keamanan PT GML dan Polres karena ulahnya yang main potong dengan membeli timah secara gelap kepada penambang  di lokasi tambang, “sebut sumber lainnya yang tidak mau disebutkan namanya.

” Informasinya kalau dia ( Mama.red ) masih terus membeli timah di lokasi tambang, pihak PT GML dan Polres akan menangkap Mama,” terang sumber yang juga bekerja sebagai penambang di lokasi tersebut.

Terpantau Setiap Hari Beli timah, di Kebun PT GML Mama Berkilah

Mama sendiri yang disebut – sebut selaku pembeli timah gelap, menampik jika dirinya telah melakukan jual  beli  timah dan langsung turun ke lokasi tambang. Dalam jawaban konfirmasinya Mama meminta untuk dilakukan crosscek ke lapangan.

” Silahkan cek ke lapangan,” serunya

” Saya no, coment karena banyak mata memandang dan mulut yang berbicara,” katanya

” Saya tidak bisa memberikan pendapat dan saya tak bisa lagi balas wa karena saya mau keluar.

Terkait keberadaan Mama, yang diduga membeli pasir timah dari masyarakat penambang, di perkebunan sawit PT GML, pihak media akan melakukan upaya – upaya konfirmasi ke pihak – pihak  terkait, dalam hal ini PT GML dan pihak Polres Bangka.

Publik dan masyarakat penambang  berharap agar pihak PT GML dan Polres segera menindak tegas kolektor timah bernama Mama, sehingga lokasi yang saat ini di olah menjadi tambang rakyat, menjadi kondusif dan para penambang tidak mengalami keresahan akibat kegiatan Mama. ( Atm Click )